Seri Ascend Mate merupakan seri yang cukup unik karena ukuran layarnya yang terbilang cukup besar. Dikenalkan pada awal Maret di dunia, Ascend Mate justru kalah start dengan seri Galaxy Mega dari Samsung yang juga mengandalkan layar besar.
Melihat ukuran layarnya yang besar yaitu 6.1 inci yang ada di antara Galaxy Mega 5.8" dan 6.3", smartphone Huawei Ascend Mate ini bisa disejajarkan dengan smartphone kelas menengah lainnya. Tapi dari segi spesifikasi, sebenarnya Ascend Mate jauh mengungguli keduanya jika menghitung fitur ekstra seperti Infra Red dan NFC. Diperkuat prosesor Quadcore yang sama dengan yang ada pada Ascend D2, performa chipset keluaran Huawei ini tidak bisa diremehkan.
 |
Huawei Ascend Mate |
Dari sisi desain, dengan kapasitas baterai yang sangat besar 4.050 mAh, ketebalan dari smartphone ini tetap kurang dari 1 cm. karena baterai yang tidak bisa dilepas, otomatis slot untuk microSIM dan microSD terletak di bagian pinggir ponsel. Di bagian pinggir ini pula Ascend Mate dibalut lapisan metal namun dengan tekstur yang sedikit kasar sehingga tidak licin ketika dipegang. Ukuran layar yang besar pun bisa diakali dengan bagian bezel yang tetap tipis.
Ukuran 8 MP sepertinya sudah menjadi standar kamera untuk kelas menengah. Di Ascend Mate, fitur kamera yang hadir di Ascend P1 juga dibenamkan di smartphone ini yaitu Group Shot. Fitur yang sama seperti TimeShift yang hadir di BlackBerry 10 atau Lumia. Di luar itu, moda panorama, HDR, dan smile shot juga tersedia serta dibenamkan di Ascend Mate. Untuk efek khusus, Ascend Mate menawarkan efek seperti Lomo atau kreatif dengan merubah bentuk wajah. Uniknya, yang terakhir ini juga bisa digunakan untuk merekan video. Awesome.
Dari sisi audio, Ascend Mate memang tidak memiliki dual speaker seperti HTC One, namun kualitas suara yang dikeluarkan tidak kalah kencang dan jernih. Ini lantaran dibenamkannya Digital Sound Processing (DSP) dari Dolby Digital Plus. Aplikasi pemutar audio cenderung standar, namun setidaknya jauh lebih baik dari Play Music bawaan Android.
Namun sayangnya, varian Asend Mate yang beredar di Indonesia terpaksa dipangkas pada bagian RAM, mungkin untuk membuat harganya tetap kompetitif. Seri yang beredar di Indonesia saat ini hanya menggunakan 1 GB RAM, berbeda dengan versi di luar yang mengusung 2 GB. Seyogyanya jika ada yang dipangkas, ada baiknya menggunakan kapasitas 1.5 GB atau sama dengan yang ada pada dua Galaxy Mega.
SPESIFIKASI
Dimensi | 163,5 x 85,7 x 9,9 mm |
Berat | 198 gram |
Jenis Kartu SIM | Micro SIM |
Jaringan 2G | 850/900/1800/1900 MHz |
Jaringan 3G/3.5G | HSDPA 850/900/1900/2100 MHz |
Jaringan 4G | Tidak |
Layar | IPS LCD Capacitive (720x1280 piksel) 6.1 inci, Gorilla Glass |
Sistem Operasi | Android 4.1.2 Jelly Bean |
Prosesor | Huawei K3V2 Quad Core 1.5 GHz, Hisicilon Tech |
Memori Internal | 1 GB dan 1 GB RAM |
Memori Eksternal | Ya (microSD) up to 64 GB |
Bluetooth | Ya (v4.0) |
WiFi | Ya (a/b/g/n) |
Port 3.5 mm | Ya |
Port USB | Ya (microUSB + MHL) |
Kamera Utama | 8 MP Autofocus + LED Flash |
Kamera Depan | 1 MP |
Radio FM | Ya |
Fitur Lain | A-GPS, EmotionUI, AirSharing, TPlayer, dan sebagainya |
Baterai | Li-ion 4.050 mAh |
Harga | Rp 3.900.000 |