Tidak setiap orang memperhatikan perihal garansi ketika membeli ponsel baru. Hal tersebut menjadi penting ketika ponsel mengalami kerusakan tidak lama setelah dibeli, entah hanya perlu diservis atau malah membutuhkan sparepart untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, inilah saatnya Anda dapat memanfaatkan klaim garansi.  |
Garansi Ponsel |
Semua ponsel original disertai garansi yang ditanggung oleh vendor, distributor, atau toko ritel resmi. Garansi menjadi semacam fasilitas yang mengupayakan agar Anda mendapat pengalaman yang maksimal dengan ponsel yang baru dibeli. Sifat, jenis, dan jangka waktu garansi beragam, meski secara garis besar sama. Jadi perlu diperhatikan syarat dan ketentuan agar garansi ponsel dapat diklaim bila mengalami kerusakan. Apa saja yang perlu Anda perhatikan mengenai garansi ini?
Pemberi Garansi
Semua ponsel original memiliki garansi yang ditanggung oleh vendor, distributor dan toko ritel resmi, seperti Erafone, Global Teleshop, Oke Shop, dan Selular Shop. Khusus untuk BlackBerry, garansi resmi hanya diberikan oleh operator lokal dan distributor yang ditunjuk oleh BlackBerry (dulu RIM), yaitu PT. Teletama Artha Mandiri (TAM), PT. Comtech Cellular (CTN), dan PT Surya Citra Multimedia (SCM).
Jangka Waktu
Meski beragam, pada umumnya jangka waktu garansi yang diberikan adalah satu tahun. Itulah yang ditawarkan oleh Apple dan Motorola. Tidak semua vendor menginformasikan masa garansi produknya di website mereka, termasuk Sony, LG, dan Samsung. Jadi, sebaiknya ditanyakan pada saat Anda membeli ponsel, baik garansi dari vendor maupun distributor dan toko ritel resmi.
Untuk Nokia, mereka memberikan tiga jenis garansi terbatas, yaitu 12 bulan (untuk unit ponsel dan aksesoris resmi), 6 bulan (untuk baterai, charger, desk stand, headset, kabel dan cover), dan 90 hari untuk media software, seperti CD-ROM, dan memory card.
Aktivasi
Sejak kapan garansi tersebut berlaku dan bagaimana memastikan produk itu telah ditanggung oleh garansi? Biasanya aktivasi garansi dimulai ketika ponsel itu dibeli. Ketika transaksi pembelian sedang berlangsung, selain melakukan pengecekan produk, biasanya pihak penjual akan mengurus garansinya. Hal ini dilakukan dengan mengisi data di bagian kartu garansi, atau bisa juga si pembelinya yang mengisinya sendiri untuk kemudian dikirimkan kepada pihak yang telah ditentukan.
Dalam perkembangannya, pembeli semakin dimudahkan dalam mengurus sendiri, yaitu dengan melakukan registrasi online. Anda tidak perlu repot-repot mengisi kartu garansi dan mengirimkannya lewat pos, cukup mengunjungi situs web yang disediakan masing-masing produsen, selanjutnya ikuti petunjuk pengisian. Produk yang cukup identik dengan registrasi secara online seperti ini misalnya Apple dan Samsung. Karena biasanya pembeli tidak terlalu memperhatikan pengisian kartu garansi, ada baiknya untuk tetap menyimpan nota pembelian untuk membuktikan sejak kapan produk tersebut digunakan.
Cakupan Garansi
Pada umumnya, hanya gadget utama yang ditanggung dalam garansi. Aksesoris pendukung semacam charger, hadsfree/earphone, baterai dan aksesori lain biasanya tidak ditanggung oleh pihak pemberi garansi. Oleh karena itu, pengecekan saat membeli sangat penting dilakukan untuk memastikan aksesoris tersebut berfungsi.
Ponsel, gadget utamanya sendiri tidak sepenuhnya ditanggung oleh garansi. Biasanya kerusakan yang tidak ditanggung adalah disebabkan oleh kelalaian si pengguna atau karena faktor alam. Contoh yang paling umum adalah dengan melakukan modifikasi software (melakukan rooting pada Android atau jailbreak pada perangkat Apple) dan atau pada beberapa kasus, hardware (mengganti casing), atau bahkan terkena cairan berbahaya.
Pada gadget tertentu, ada semacam stiker/segel yang ditempelkan di bagian tertentu yang dapat membantu pihak produsen/distributor mengetahui perangkat tersebut pernah dibongkar. Stiker tersebut dibuat dari bahan yang mudah terpecah (sering disebut stiker pecah telur) ketika coba untuk dilepaskan perlahan.
Prosedur Klaim
Pastikan Anda mengerti apa yang harus dilakukan bila ingin mengklaim garansi. Langkah pertama adalah dengan menghubungi pihak Customer Service resmi yang ditunjuk. Jelaskan apa yang dialami ponsel Anda dan tanyakan harus dibawa kemana. Siapkan pula box pembelian, kartu garansi, dan yang tidak kalah penting adalah nota pembelian.
Bisa jadi Anda tidak memerlukan semua itu karena tentunya pihak distributor sudah memiliki database sendiri. Namun, bila terjadi kekeliruan atau perbedaan data, maka hal-hal yang sudah disiapkan tadi dapat membantu Anda dalam melakukan klaim. Bila memang klaim Anda diterima dan langsung diproses, jangan lupa untuk meminta bukti penyerahan untuk diservis sebelum meninggalkan lokasi.