Tips Bagi Pengguna Baterai Lithium-Ion (Li-ion)
.jpg) |
Baterai Lithium-Ion |
Baterai jenis Lithium-ion sudah banyak digunakan pada laptop, khususnya laptop keluaran terbaru atau laptop yang bertanda baterai Li-ion. Sering para pengguna bertanya bagaimana cara merawatnya. Berikut ini akan dijelaskan tips bagaimana merawat baterai Li-ion:
a. Daya Tahan Baterai Li-Ion
Kemampuan baterai sangat dipengaruhi oleh perawatan yang dilakukan pemilik laptop, apakah dirawat dengan baik atau tidak. Apabila perawatan yang dilakukan kurang, tentu saja menyebabkan daya tahan baterai akan cepat menurun. Sekalipun produsen baterai Li-ion tidak mempublikasikan baterai Lithium-ion kenyataan ini, elemen baterai mulai bergerak pada saat baterai tersebut sudah dirakit, dan lambat laun baterai tersebut tidak akan mampu lagi menyuplai power.
Baterai Li-ion dirancang untuk bertahan antara 250-800 charger (pengisian), dan secara bertahap kemampuan baterai untuk menyuplai daya ke laptop akan berkurang. Dengan kata lain ketahanan baterai tersebut hanya berkisar antara 1-3 tahun. Namun kita dapat mencegah atau memperlambat penurunan daya tahan baterai tersebut dengan beberapa cara, yaitu melihat dari suhu baterai, frekuensi pemakaina, dan perawatan yang kita lakukan.
b. Suhu pada Baterai
Suhu rendah pada baterai akan memperlambat proses discharger (kehilangan daya ketika dipakai tanpa dihubungkan ke power listrik), dan proses penuaan dari elemen di dalam baterai. Sebaliknya, suhu tinggi akan memperpendek usia baterai. Membiarkan baterai terpasang ketika terhubung dengan power listrik dapat menyebabkan suhu baterai meningkat. Melepas dan menyimpan baterai pada suhu dingin akan memperlambat proses penuaan. Dan membiarkan laptop pada lingkungan yang panas juga tidak baik untuk baterai.
c. Pemakaian
Seperti telah dijelaskan di atas bahwa baterai Li-ion dirancang untuk dapat digunakan sekitar 250-800 kali siklus pengisian. Beberapa siklus ini sudah digunakan saat kita membiarkan baterai terpasang saat laptop menggunakan daya/power listrik. Saat terhubung dengan power listrik, laptop akan secara rutin melepaskan baterai ketika sudah mencapai level pengisian tertentu, misalnya bila sudah mencapai 90%. Melepaskan baterai dan menyimpannya pada tempat yang kering dan dingin akan melindungi baterai dari beberapa siklus.
d. Kebiasaan Pengguna
Ada beberapa kebiasaan yang sering dilakukan pengguna saat mereka menggunakan laptop, yaitu memasang/menggunakan baterai dengan terhubung pada arus listrik saat menyalakan laptop, dan melepas baterai pada saat laptop terhubung dengan arus listrik. Tabel dibawah ini akan membandingkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari kebiasaan-kebiasaan tersebut, yaitu:
Aspek | Kelebihan | Kekurangan |
Melepas baterai pada saat laptop terhubung dengan arus listrik | · Melindungi siklus isi ulang · Membiarkan baterai pada suhu rendah, sehingga memperlambat proses penuaan | · Kehilangan ungsi backup dari baterai ketika ower listrik mati · Data bisa hiang atau bahkan files bisa rusak jika fungsi backup powerdari baterai dihilangkan. · Perlu tersangnya UPS (uninterruptble power supply) untuk menggantikan fungsi backup pada saat laptop dinyalakan. |
Menggunakan baterai dan terhubung dengan arus listrik pada saat menyalakan laptop | · Baterai berfungsi sebagai cadangan jika listrik mati · Lebih mudah dan efisien untuk dibawa · Tidak perlu waktu penghangatan (seperti jika disimpan dilemari es). | · Kehilangan sebagian siklus si ulang. · Suhu baterai meningkat dan ngakibatkan kemampuan baterai lebih cepat menurun
|
e. Memperpanjang Usia Baterai
- Kalibrasi baterai dengan ‘pakai habis’ setiap 30 kali pengisian untuk menjaga akurasi elemen di dalam baterai. Gunakanlah notebook hingga baterai habis terpakai sebelum di-charge.
- Hindari pengulangan ‘pakai habis’ yang teratur. Baterai Li-ion sedikit kehilangan kapasitas penyimpanan ketika di-charge, sekalipun belum habis pakai.
- Lepas baterai dan simpan di tempat yang dingin dan kering. Level pengisian optimum adalah 40% untuk penyimpanan yang panjang. Menyimpan baterai dengan daya yang rendah akan menimbulkan kerusakan secara permanen. Karena itu biasanya ketika membeli notebook baru, baterainya sudah terisi sekitar seperempat hingga setengah.
- Jika Anda menyimpan baterai di lemari es, gunakan kantong plastik yang tertutup rapat untuk menghindari kelembaban. Biarkan baterai menghangat pada suhu ruangan sebelum dipakai atau men-charge-nya.